Belajar dari Juara I Inobel
Emmi Sudarwanti
Senin, 1 Maret 2021, pukul 19.00 WIB , kembali lagi PGRI dalam kegiatan grup belajar menulis, menghadirkan sosok inspiratif penuh karya dan berprestasi dengan menerbitkan 519 buku dan meraih juara I Inobel tahun 2016, beliau adalah ibu Emmi Sudarwanti dari Bojonegoro. Beliau adalah guru bahasa daerah di SMP. Buku terbaru beliau adalah buku cerita anak sebagia buku ke 519 yang beliau tulis. Biasanya beliau sering menulis kisah inspiratif, novel, cerpen, cerkak, puisi, geguritan, pantun, parikan, esai, inobel, dan Haiku.
Jika ingin tahu lebih lengkap tentang beliau, bisa mnegunjungi link berikut: http://emisudarwati.blogspot.com/2020/09/currikulum-vitae-emi-sudarwati.html.
Setelah berkenalan, sesi belajar menulis PGRI kali ini langsung dimulai dengan pertanyaan dan diskusi dengan beliau, pertanyaan lebih banyak fokus ke bagaimana tips dan trik beliau dalam menulis. Berikut beberapa rangkuman tips, trik dan cerita beliau dalam menulis
Motivasi menulis
Ibu Emmi menjawab perihal motivasi beliau dalam menulis karena ingin bisa keliling dunia dengan menulis.
Tips menulis ala ibu Emmi
- Membaca buku, tips beliau adalah banyaklah membaca buku, setiap hari luangkan waktu minimal 20 menit membaca dan 10 menit menulis
- Komitmen, yaitu dengan mau menulis, dengan memaksa diri menulis setiap hari dan menjadi terbiasa menulis
- Menjaga konsistensi, Menurut beliau untuk menjaga konsistensi, langkah pertama adalah harus dipaksa, lama-lama menjadi terbiasa.
- Disiplin waktu, kuncinya adalah meluangkan waktu untuk menulis. Bagi beliau, tidak menulis sehari saja, rasanya seperti tidak makan dan minum saja. Semua orang memiliki waktu yang sama, 24 jam dalam sehari. dan beliau hanya menyempatkan minimal 10 menit untuk benar-benar konsentrasi di depan laptop untuk menulis dan mengefektifkan waktu di waktu luang lainnya.
- Menulis setiap hari, dengan menulis setiap hari maka bisa menerbitkan buku setiap bulan
- Refresing atau jalan jalan, karena ide bisa datang kapan saja dan dari mana saja
Kunci Sukses menerbitkan banyak buku
Kunci sukses banyaknya buku yang beliau terbitkan adalah kolaborasi. Dengan siswa, teman guru, sastrawan, budayawan dan siapa saja yang mau. Jadi beliau mempunyai banyak grup menulis. Dari ke 519 buku itu, baru 7 saja yang benar-benar buku tunggal beliau. Sedang yang lainnya adalah antologi atau hasil patungan. Beliau berpesan, "Agar energi menulis selalu terjaga, bergaullah dengan penulis".
Bu Emmi menggarisbawahi Tujuan menulis beliau memang untuk memotivasi siswa dan guru Indonesia. Dan untuk itu, beliau menjaga produktivitas menulis dengan patungan menulis dengan orang lain. Misalkan buku kumpulan puisi, beliau hanya menulis satu puisi saja dalam 1 buku. Jadi 1 hari beliau bisa menerbitkan 1 buku atau cerpen. Dalam sehari beliau bisa menulis 1 cerpen, lalu digabungkan dengan penulis lain sehingga bisa menjadi 1 buku tambahan.
Trik menerbitkan buku bersama siswa yaitu dengan memanfaatkan gerakan literasi disekolah beliau, yaitu dengan meminta satu siswa membaca buku di depan kelas, sementara siswa lain mendengarkan. Setelah itu, semua siswa akan membuat ringkasan cerita. Itu dilakukan 15 menit sebelum pelajaran dimulai, sehingga lama-lama siswa menjadi terbiasa menulis. Pada akhir semester, siswa siswi bu Emmi akan menerbitkan karya mereka. Hal ini juga didukung oleh program GLS di sekolah beliau, dimana sekolah mengalokasikan 15 menit untuk siswa membaca buku non pelajaran sebelum memulai pelajaran. Penerbitan bukupun dilakukan tiap akhir tahun pelajaran.
Tips menjuarai Lomba Inobel
- Similarity atau tingkat kemiripan dengan karya orang lain, untuk juara I Inobel tingkat kemiripan karya dengan karya orang lain berkisar 0-20 % yang tentu saja untuk menghindari plagiarisme dan menunjukkan orisinalitas
- Sitasi, dengan melakukan referensi dengan benar, dan menunjukkan bagian tertentu dari tulisan kita berasal dari sumber yang ditulis penulis lain. dengan tujuan menjaga kejujuran akademik dan menghindari plagiarisme
- Inovasi , karya yang ditampilkan benar benar menunjukkan sesuatu yang baru dan tentu saja berbeda dari orang lain
Ibu Emmi memang sosok yang inspiratif. Di akhir sesi belajar menulis beliau berpesan" Tulislah sejarah sendiri. Jangan tunggu orang lain menulis tentang kita ". Semangat.!!!
Mari semangat menulis dengan meluangkan waktu minimal 20 menit untuk membaca dan 10 menit untuk menulis.



Mantap resumenya, Bu.
BalasHapussangat inspiratif ya Bu Emmi
BalasHapus